SITUBONDO – Menjelang pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara 2026, kepedulian masyarakat terus mengalir. Salah satunya ditunjukkan Komunitas Ibu-Ibu Parahita (IIP) yang secara swadaya menggalang ratusan nasi gulung dan roti untuk para jemaah yang diperkirakan memadati Alun-Alun Situbondo, Minggu (19/7/2026).
Ratusan paket konsumsi tersebut didistribusikan ke sejumlah posko yang melayani jemaah dari berbagai daerah. Aksi gotong royong itu melibatkan anggota IIP yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo.
Koordinator Ibu-Ibu Parahita, Ayu Riski Nafisah, mengatakan keterlibatan anggotanya lahir dari keinginan untuk berkontribusi dalam menyukseskan salah satu agenda keagamaan terbesar di Situbondo.
"Kami ingin ikut ambil bagian dalam menyukseskan Haul Masyayikh Nusantara. Ratusan nasi gulung dan roti ini merupakan hasil gotong royong ibu-ibu Parahita dari 17 kecamatan. Semoga apa yang kami bawa bisa bermanfaat bagi para jemaah, terutama yang datang dari luar daerah," ujar Ayu, Sabtu (18/7/2026) malam.
Menurutnya, seluruh konsumsi yang dibagikan merupakan hasil swadaya anggota. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi modal utama komunitas tersebut dalam setiap kegiatan.
"Parahita memiliki makna memberikan manfaat bagi sesama. Nilai itu yang kami pegang. Kami berharap kehadiran IIP tidak hanya dirasakan dalam kegiatan ini, tetapi juga dalam berbagai aksi sosial lainnya di tengah masyarakat," tambahnya.
Ibu-Ibu Parahita merupakan komunitas yang sebelumnya dikenal sebagai Ibu-Ibu Patennang. Seiring waktu, komunitas tersebut bertransformasi menjadi organisasi sosial yang aktif menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Situbondo.
Haul Masyayikh Nusantara 2026 diperkirakan dihadiri sekitar 120 ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan partisipasi masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas yang bergotong royong menyediakan konsumsi dan layanan bagi para tamu.[]