SITUBONDO – Ketua TP PKK Situbondo Husna Laili atau Mbak Una terus mendorong lahirnya generasi sehat dan cerdas melalui pendekatan yang berbeda. Lewat program Becak Mapan, ia memadukan gerakan literasi dengan edukasi pencegahan stunting di Desa Tamansari, Kecamatan Sumbermalang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan lereng Argopuro itu diikuti anak-anak TK/RA, dan para ibu hamil, ibu menyusui, hingga ibu yang memiliki balita mendapatkan edukasi mengenai pentingnya gizi, pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Sebagai Bunda Baca Situbondo, Mbak Una turut mengenalkan buku-buku bertema yang sesuai dengan usia anak. Menurutnya, kebiasaan membaca sejak dini harus dibangun bersamaan dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Dalam kesempatan itu, Mbak Una memperkenalkan Becak Mapan, akronim dari Belajar, Edukasi, Cegah Stunting, Aktif, Kolaborasi, Masyarakat, Perpustakaan, Asuh, dan Nutrisi.
"Becak Mapan bukan sekadar program membaca, tetapi gerakan bersama untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas. Kita ingin menghadirkan edukasi yang dekat dengan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak," ujar Mbak Una.
Menurut istri Bupat Situbondo itu, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar bagi keluarga untuk memahami pentingnya gizi, pola asuh, serta pencegahan stunting.
"Becak Mapan menjadi ruang kolaborasi antara perpustakaan, keluarga, kader posyandu, dan masyarakat. Kami ingin literasi berjalan beriringan dengan upaya pencegahan stunting, karena anak yang sehat dan gemar membaca adalah investasi terbaik untuk masa depan Situbondo," imbuhnya.
Selain memperkuat budaya literasi, Mbak Una juga mengingatkan para ibu agar rutin membawa balitanya ke posyandu. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan berkala dan imunisasi menjadi langkah penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
"Saya pesan kepada ibu-ibu semuanya yang punya anak balita, tolong harus rutin ke posyandu. Dan jangan lupa untuk imunisasi," tegasnya.
Ia menambahkan, layanan posyandu tidak hanya memberikan imunisasi, tetapi juga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi anak.
"Nanti di posyandu imunisasi kan juga akan dapat PMT," pungkasnya.[]